Pages

Tuesday, 28 March 2017

17th Day : "When was the last time you cried?"

Dudududu ~
Sebenernya ini udah bukan hari ke -17 belas lagi, hahahaha...
tapi pengen ngelanjutin 30 Days Challanges for Blogger

Jadi, tema kali ini adalah kapan terakhir kali aku nangis. Baper banget ya, jadi curhat ini mah...
Honestly, aku sering banget nangis, cengeng banget aku orangnya.
Dan terakhir aku nangis adalah tadi malem, wakakakak.
Nggak nangis yang sampe bener-bener nangis sih, cuma berkaca-kaca dan terharu aja. Dan itu gara-gara baca blog aku sendiri, baca tulisanku untuk diriku sendiri  😅

Kebiasaan, aku sukanya overthinking. Tiap ada satu hal, pikiranku langsung merajalela kemana-mana, dan kebanyakan negative thought. Kalau yang tadi, gegaranya adalah akhir-akhir ini aku ngerasa berat di biodiv. Beberapa waktu terakhir, banyak hal-hal yang terjadi di biodiv dan aku nggak bisa melibatkan diriku di dalamnya. Bikin pra-proposal phbd, aku nggak ikutan. Bikin persiapan expo, aku nggak ikutan. Bikin artikel buat buletin fauna nggak jadi-jadi (dan sekarang aku malah ngeblog 😟). Laporan EWM terbengkalai. Aku juga jarang ke bivak. Secara tingkatan, aku senior, tapi Deka, Yoshe, dan Ayu yang lebih ngayomin anggota baru. Dan aku paling nggak suka beralasan. Kalau aku care harusnya aku bisa meluangkan waktu. Jadi keinget waktu EWM tahun lalu, ada kakak tingkat yang bilang "Saat seseorang nggak hadir, bukan berarti seseorang itu nggak mikirin, bisa jadi dia juga bantu ditempat lain". Dulu sih itu bisa meluruskan pikiranku, tapi sekarang, aku pikir kehadiran adalah segalanya. Entah di biodiv, entah di SIM. Bukan sekedar muncul di group, bukan sekedar kalau ketemu pas kuliah nanyain kabar, tapi diluar itu, saat emang ada tugas, hadir, dateng ke bivak, bantu apapun yang bisa kamu lakukakan, that's matter.

Monday, 27 March 2017

Not Answered

Time flies by so fast.
Nggak kerasa udah semester 6 aja. Obrolan sama temen-temen ketika makan berputar diantara topik semprop - tema skripsi - proyek dosen - kkn - wisuda - kerja - belum sampe ke topik nikah sih, wkwkwk. Belum punya e-ktp soalnya, jadi nggak bisa daftar nikah :)

Ngomongin soal skripsi dan projek dosen, 3 orang temenku nanya pertanyaan serupa dan aku nggak bisa jawab. 

Pertama Khansa, she comes with "aku bingung mau pakai ideku sendiri atau ngambil proyek Bu Ratna..."
Khansa yang kukenal adalah Khansa yang selalu prepare dari awal. Nggak heran dia udah punya bayangan sendiri soal skripsi nanti mau ngapain. Bahkan seingetku, dia udah mulai nyari nyari materi untuk uji antibakteri dari semester 5 kemaren. Yang bisa aku lakukan mendengar pernyataan Khansa adalah balik bertanya, "emang proyek bu ratna apa?", kemudian Khansa cerita gambaran umum kenapa dia bingung. Penelitian skripsi dengan tema antibakteri bisa dilakukan, memungkinkan, fasilitas memadai, yang berarti aman... cuma biaya ditanggung sendiri, dan sepertinya itu bukan masalah berarti bagi Khansa. Proyek dosen bisa juga dilakukan, cuma nggak bisa sesuai dengan keinginan sendiri, dan belum tentu mudah, tapi alat, bahan, biaya, semua terjamin, dengan kata lain, aman...
Biasanya, kalau ditanya pendapat, aku langsung nyerocos "Menurutku blablabla...", tapi untuk kali ini aku cuma bisa diem dan merespon "hmmm..." sambil ngangguk-ngangguk. Aku bener-bener nggak tahu harus jawab apa. Logikaku kalau ditanya begitu biasanya pasti langsung mencoba memposisikan diri jadi orang yang nanya. Tapi kali ini, sama sekali nggak bisa. Akhirnya aku cuma bisa jawab "Pilihan yang manapun baik Sa"
Terus aku pergi, dan dijalan tiba-tiba keinget kata-kata Egy si tamvan dan pemverani, "Pilih pilihan yang mendekatkanmu pada Allah", sempet menghentikan langkah kaki dan niat berbalik menyampaikannya pada Khansa, tapi ah sudahlah.