Pages

Wednesday, 21 December 2011

Good News!!!

Well, aku tahu ini sudah larut malam, dini hari bahkan. Tapi aku belum bisa dan... tidak ingin tidur. Aku butuh teman. Setidaknya, untuk menuangkan isi hatiku saat ini. Dan aku memilih blog sebagai temanku. Bukannya aku tidak punya teman, tentu saja aku punya. Tapi, aku bukan orang yang mudah berbagi perasaan kepada orang lain, yaaahh begitulah menurutku.

Jadi, ada 2 berita hari ini. Yang pertama berita baik, dan yang kedua jelas berita buruk -- Ohh... percayalah, seharusnya berita buruk itu menjadi berita baik bukan? Aku harap begitu. Oke!! dimulai dari berita pertama, "Berita Baik", Faiz, sahabatku yang sekarang sekolah di Pemalang, sedang berlibur kesini. Dia hanya tinggal untuk berberapa hari. Dan kami ingin sekali bertemu. Akhirnya, Faiz memutuskan untuk mengajak aku, Nta, dan Sandi makan bakso (kami bayar masing-masing). Tapi sebelum itu, kami mengobrol melepas rindu dulu dirumah Sandi.Sebelum akhirnya kami memutuskan untuk mengajak Yati -- salah satu teman ku yang lain (benar kan... aku punya teman) untuk ikut bersama kami.



Kami sedang menunggu Yati didepan rumahnya saat itu. Ia sedang meminta izin pada orangtuanya untuk ikut bersama kami. Dan kalian tahu apa yang kami -- aku, Faiz, Nta, dan Sandi obrolkan? Yapz!! Ini berita buruknya. Ada yang membahas tentang.... yaaah aku tidak bisa menyebutkan namanya, kalau begitu kita panggil dia Mr.X. Kami membahas Mr.X... Mr.X yang katanya, kenyataannya tepatnya SUDAH berpacaran dengan salah satu temanku lagi (yang lain).

Oh ya, aku lupa. Kalian pasti tidak tahu siapa Mr.X... Dia... seseorang yang.... aku bingung bagaimana menulisnya. Baiklah... pernah kusukai, dan menyukaiku (kurasa). Dan kalian tahu apa yang terjadi setelah itu? Aku masih hidup tentu. Jantungku juga masih berdetak seperti biasa. Tapi tenggorokanku terasa sakit, badanku juga ikut lemas, dan merinding... Entah karena angin berhembus saat itu, atau memang aku terkena shock -- yang pertama lebih logis.

Aku langsung kehilangan selera makan. Aku mencoba menjaga suara dan sikapku untuk tidak gundah. Kenapa aku harus menerima kabar buruk ini?? Yaaahh... aku sudah pastikan bahwa itu kabar buruk. Aku mencoba sebisa mungkin mengalihkan perhatianku pada Mr.X ke arah yang lain. Aku terus menerus bercerita tentang sekolahku, guruku, dan banyak hal lagi. Dan aku tetap mencoba seantusias mungkin menanggapi cerita temanku. Tapi itu tidak berjalan baik, well, teman-teman yang bersamaku saat itu memang tidak mencurigaiku -- kalau aku sedih dengan kabar itu maksudnya. Tapi hatiku tidak bisa menyangkal kalau aku selalu memikirkannya.

Kau tahu??? Betapa ge-er dan percaya dirinya manusia yang menulis blog ini? Beberapa minggu sebelumnya, Mr.X menulis status di fb bahwa yaahh... dia memikirkan seseorang dan menurutnya itu tidak ada gunanya karena belum tentu orang yang dia pikirkan memikirkannya. Dan kau tahu apa yang aku pikirkan saat itu? Saat itu aku berpikir bahwa 99% orang yang sedang dia pikirkan adalah aku. Karena, well... dia masih berkirim sms denganku saat itu -- walaupun jarang.

Dan apakah kalian tahu betapa bodohnya aku? Betapa berpikiran pendeknya aku? Saat Mr.X membalas comment seseorang yang entah siapa aku nggak kenal (di fb nya). Mr. X bertanya kepada Pria tak dikenal itu apakah dia -- Pria tak dikenal itu -- menyukai Dian. Lalu sang pria tak dikenal bilang, "Slow broo tenang aja lagi." Dan saat itu menurutku, sang Mr X sedang membantu temannya yang lain untuk mencomblangkannya dengan Dian (nama samaran). Dan aku baru sadar kalau maksudnya bertanya seperti itu bukan karena ia menjadi MC untuk temannya. Tapi memang dia yang mempunyai kepentingan langsung dengan Dian. Dan aku baru menyadari itu HARI INI, mmm kemarin malam tepatnya (walaupun ini masih dini hari, tapi tetap saja tanggal sudah berganti).

Ohhh... aku baru sadar betapa bodohnya aku... Betapa begitu percaya dirinya aku... betapa... betapa... betapa... (Lagu Sheila On-7). Yaaaahh seperti itulah. Dan kau tahu aku menyadari sesuatu. Sesuatu yang orang-orang bilang (bukan hanya Syahrini yang bilang 'Sesuatu') bahwa "Kau akan mengerti betapa berharganya sesuatu sampai kau kehilangan dia". Yaaahhh... Begitu tepatnya. Aku sudah kehilangan dia. Dan aku baru menyadari sesuatu.

Aku...

Mungkin...

Masih... well...

Menyukainya...

Setidaknya, itu yang ada dipikiranku saat ini.Tapi bukankah itu sudah tidak ada gunanya lagi bukan? Menyatakan perasaan saat orang itu sudah bersama orang lain? Jelas tidak!!! Dan yang menjadi pertanyaanku saat ini adalah. Bagaimana kalau aku bertemu dengan Mr.X dan pacarnya? Dan teman-teman mengecengi mereka berdua... DIDEPANKU... Apa yang harus aku lakukan? Hanya diam, mengacuhkan? Tidak mungkin... Atau ikut mengecengi mereka? Maka aku akan dapat penghargaan manusia terjayus dibumi!!

Tidak keduanya!! Aku akan bersikap seperti biasa jika hal itu terjadi. Tapi, oh?! Bagaimana cara bersikap biasa itu? Aku bahkan tidak pernah belajar bagaimana caranya bersikap biasa saat kau sedang dalam keadaan kalut.

Well.... Didepan semua itu... ada satu hal lagi yang masih menjadi pikiranku. Pagi ini adalah jadwal acara menerima rapot. Ayah yang akan mengambilnya. Dan aku sadar aku tidak berusaha disemester ini. Nilaiku merosot tajam, terutama targetku. Aku hanya berharap aku masih masuk ke ranking 3 besar. Membayangkan ayahku pulang dengan tangan hampa tanpa kabar gembira atas prestasiku sudah cukup membuatku frustasi dan khawatir. Betapa tidak bergunanya aku sebagai anak. Semoga Allah memberikan keajaiban dan kabar gembira bagi ayah, dan mama, dan untukku juga. Amiiiinnn....

Yaahhh... kurasa cukup. Semoga hari esok berjalan lancar... dan apa yang aku takutkan tentang bertemu Mr.X dan pacarnya tidak pernah terjadi. Kuharap!! Dan kurasa... aku akan mencoba untuk tidur. Mengistirahatkan pikiran itu dibutuhkan bukan??

*semua nama disini menggunakan nama samaran. aku tidak ingin mencari sensasi... kalian mengerti??

No comments:

Post a Comment