Pages

Saturday, 14 April 2012

Kesan, Kesan, dan Kesan

Malam semuaaaa!!!

Hari ini aku mau kasih kesan kesan aku setelah membaca sebuah novel yang berjuduuuuullll....
"The Mysterious Benedict Society and The Prisoner's Dilemma" by Mr. Trenton Lee Stewart.
Ini buku ketiga dari serial trilogi (sejauh ini, mungkin bakal ada buku keempatnya, Amiiiiinnn....) The Mysterious Benedict Society, setelah buku pertama yang berjudul seperti apa yang baru disebutkan tadi, dan buku kedua yang berjudul The Mysterious Benedict Society and The Perilous Journey.

Asal kalian tahu!! Aku sudah membaca ketiga bukunya!!! (modal pinjem) hehehe... (and Big Thanks to Zumar who love to borrowed me her books). Ok! Back to the topic...
Dibuku ketiga ini, ada beberapa event yang bener-bener bikin aku terkesan (disemua buku sebenernya ada). Mmmmm... biar lebih afdol... Aku ceritain singkatnya aja yah... 








Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang anak yatim piatu bernama Reynard Muldoon -- biasa dipanggil Reynie (digambar, dia membawa teropong), yang pada saat itu tinggal di panti asuhan. Di panti asuhan, dia sangat dekat dengan seorang pengasuh bernama Ms. Perumal. Dan pada suatu hari, Reynie melihat iklan disurat kabar tentang "Kesempatan Istimewa", yang ternyata mempertemukannya dengan sahabat-sahabatnya saat ini -- Kate Wetherall (gadis yang bergelantungan ditali dengan ember), Sticky Washington (pria botak dengan kacamata dan senter), dan Constance Contraire (gadis kecil 3 tahun dengan baju merahnya) (buku pertama dari serial trilogi ini). Di bawah dampingan Mr.Benedict (alias orang yang memuat iklan "Kesempatan Istimewa" tersebut disurat kabar) -- bersama 3 orang asistennya, Nomor Dua, dan Rhonda yang sudah diadopsi oleh Mr.Benedict sendiri menjadi anak, dan seorang agen rahasia yang bernama Milligan, yang berwajah muram dan sedih -- ke empat anak ini melewati berbagai tes-tes sulit yang harus mereka lalui. Setelah itu, mereka setuju untuk membantu Mr.Benedict dalam sebuah misi misterius. Mereka berempat dikirim kesebuah institut milik seorang ilmuan hebat yang bernama Ledroptha Curtain (tokoh antagonis dalam novel, yang ternyata saudara kembar Mr.Benedict) yang akhirnya menamakan diri mereka "The Mysterious Benedict Society". Mereka mempunyai misi untuk menghentikan mesin ciptaan Mr.Curtain, yang bernama "Sang Pembisik". Persekutuan itu mengalami petualangan seru dan menegangkan. Dan di buku pertama ini, yang paling membuatku terkesan adalah mengetahui bahwa Milligan adalah ayah kandung Kate. (Kalian harus baca ini sendiri!!! Aku tidak bisa menceritakannya panjang lebar disini).

Dibuku kedua pun, Persekutuan misterius ini mengalami petualangan yang dahsyat, mereka berkeliling setengah bumi (mengerti maksudku?). Dan yang paling membuatku senang adalah Constance banyak berpartisipasi dibuku kedua ini. Keempat anak spesial ini, berpetualang untuk mencari Mr.Benedict dan Nomor Dua yang telah diculik. Dan siapa lagi yang menculik mereka berdua selain Mr.Curtain yang jahat??? Dan kembali lagi, kalian BENAR-BENAR HARUS MEMBACANYA SENDIRI!!!!!

Oke langsung kebuku ketiga. Di buku ketiga ini, Constance mengetahui dari mana sebenarnya dia berasal (dengan bantuan "Sang Pembisik" yang saat itu berada ditangan yang benar, di tangan Mr.Benedict sendiri). Dan efek dari penggunaan "Sang Pembisik" itu, Connie Mungil melarikan diri. Mr.Benedict, bersama orang-orang dewasa lainnya, membentuk 2 team pencari untuk menemukan Constance. Tiga anak lainnya, Reynie, Kate, dan Sticky, tidak diperbolehkan untuk ikut kedalam team pencari, dengan alasan keamanan. Saat matahari semakin tenggelam, para orang dewasa belum juga kembali. Dan keadaan genting pun dimulai. Tiba-tiba, semuanya menjadi gelap bagi ketiga anak ini, tepatnya, bagi seluruh penduduk kota Stonetown (kota tempat mereka tinggal). Seluruh aliran listrik dan komunikasi disabotase. Pelakunya?? Sudah jelas!!! Tak lain dan tak bukan adalah Mr.Curtain bersama antek-anteknya para manusia sepuluh. Sekali lagi, KALIAN HARUS MEMBACANYA SENDIRI....!!! 

Kalau begitu kita lewati beberapa bagian. Dan langsung kebagian yang ini...
Reynie, Kate, dan Sticky berhasil menemukan Constance, tapi jauh dari Mr.Benedict. Dan ditengah kekacauan kota Stonetown, Persekutuan itu berhasil menemukan cara untuk menghentikan Mr.Curtain, setidaknya mereka berpikir begitu. Tapi ternyata, itu adalah sebuah jebakan. Persekutuan itu terjebak oleh siasat Mr.Curtain. Dan mereka tertangkap. Keempat anak itu dibawa kesebuah bangunan dan dikurung di dalam salah satu ruangan di dalam bangunan itu. Kate, yang awalnya berhasil melarikan diri, melalui jendela yang ada diruangan itu, (kalau kalian ingin tahu detailnya, KALIAN HARUS MEMBACA BUKUNYA). Dan jangan berpikir bahwa Kate jahat karena meninggalkan teman-temannya terperangkap disana, sedangkan dia berhasil melarikan diri. Kate melakukannya karena teman-temannya. Tapi nyatanya, Kate tertangkap sebelum ia bisa menemukan jalan keluar. Dan para manusia sepuluh diikuti Mr.Curtain membawanya kembali keruangan tempat dia dan teman-temannya dikunci. Biar aku memperjelas bagian ini, karena bagian ini yang paling aku suka. Oh ya!! Dan sedikit informasi tentang Constance, dia memiliki kemampuan untuk membaca pola-pola tertentu dalam kehidupan nyata, sehingga memungkinkannya untuk megetahui apa yang akan terjadi.

Page 301

          Dalam menit-menit selanjutnya yang menegangkan, mereka berdiri tanpa bergerak di tengah ruangan, mendengarkan suara-suara jeritan. Kemudian, tepat saat harapan mereka yang samar berkembang menjadi suatu optimisme yang nyata, mereka mendengar sesuatu yang telah mereka tunggu-tunggu -- tepatnya suara yang sangat tidak ingin mereka dengar. Ada teriakan-teriakan dan suara gebrakan di kejauhan. Radio-radio berdenging. Yang paling buruk, seseorang tertawa. Mereka berpandang-pandangan, kemudian membuang muka, tidak ingin memercayainya -- terlalu kalut untuk berkata-kata.
          Akhirnya, Constance menundukkan kepala dan bergumam, "Ini dia."
          Suara langkah bergema di koridor, kunci digerakkan dan pintunya dibuka, lalu Kate menghambur ke dalam ruangan. Dia terengah-engah dan sempoyongan karena kelelahan, ekor kudanya terurai, dan pipinya merah padam, tetapi sepertinya dia tidak terluka. Malah, segera setelah dia jatuh ke lantai, dia sudah kembali berdiri dan menerjang (meskipun dengan terhuyung, sebenarnya) ke arah McCracken, yang tanpa ampun melemparkannya lagi ke dalam ruangan. McCracken sudah siap menghadapi gadis itu. Dengan sapuan ringan lengannya, dia melemparkan Kate dan membuat anak perempuan itu menghantam lantai lagi. Kali ini, teman-teman Kate menangkap dan memeganginya.
          "Ck, ck," ujar McCracken. "Kupikir kita setuju untuk mematuhi syarat-syarat perdamaian."
          "Aku tidak pernah menyetujui syarat apa pun!" teriak Kate, masih sangat marah.
          "Hmm," kata McCracken sementara Mr.Curtain, dengan wajah cemberut, melaju di atas kursi roda, memasuki ruangan di belakangnya. "Kedengarannya kau benar-benar setuju. Tapi, aku lalu memegangimu dalam keadaan terbalik, jadi mungkin aku salah memahami kata-katamu."
          "Kau tidak menyia-nyiakan waktu, ya, Miss Wetherall?" Mr.Curtain membentak. "Waktu yang kaumiliki, aku harus berkata -- waktuku sendiri yang berharga adalah hal yang berbeda. Aku harus melakukan suatu pekerjaan!" Setelah melompat dari kursi roda, dia melangkah dengan marah mendekati anak-anak yang berkerumun. "Bukankah tadi kukatakan, ulah apa pun akan mendapatkan hukuman?" dia bertanya, sudah memakai sarung tangan peraknya.
          "Baiklah!" Kate memekik, mengangkat dagu dengan angkuh. "Lakukan itu dan kembalilah ke pekerjaan jahatmu yang berharga!"
          "Jika kau menginginkan itu," sahut Mr.Curtain, dan setelah menyikut Kate agar minggir, dia menarik lengan Reynie.
          Reynie merasa bagaikan tersambar petir. Segalanya berkilat putih dan merah, lalu berterbangan, seolah-olah ruangan itu sendiri yang meledak. Lalu, rasa sakit yang sangat kuat sepertinya menggelegak dari setiap bagian tubuhnya secara bersamaan -- wajahnya, kedua tangannya, bahkan jari-jari kakinya -- kemudian, dia terbaring di lantai. Saat rasa sakit yang luar biasa itu mulai berkurang dan matanya bisa fokus kembali, wajah-wajah temannya yang sudah dia kenal melayang-layang dengan samar di atasnya -- dan Kate sedang menangis.
          "Tidak adil!" dia berteriak dengan marah di antara tangisannya. "Bukan Reynie yang berusaha kabur! Kau tidak pernah berkata--"
         "Aku yang memutuskan mana yang adil dan mana yang tidak," kata Mr.Curtain dingin. ......
...

Bagian diatas yang paling bikin aku terkesan dibuku ketiga. Aku nangis waktu pertama kali baca. Bener-bener sedih banget. Dan mungkin, aku ngerti banget apa yang Kate rasain -- marah, sedih, dan merasa bersalah. Mungkin itu juga kehebatan Mr.Lee sampe-sampe aku nangis (atau mungkin karena aku cengeng aja?). Serius!! That's the best part of the third book. Aku suka banget bagian itu, sampe aku bener-bener hapal dikepala aku. Aku nggak tahu harus bilang apa lagi selain KALIAN HARUS BACA BUKUNYA SENDIRI....!!!!!!

Memang... apresiasi seseorang bisa berbeda saat membaca sebuah buku yang sama. Tapi menurutku, itu best partnya. Oh ya! Kalau kalian nanya siapa itu McCracken, dia itu pemimpin Para Manusia Sepuluh. Dan kalau kalian nanya lagi kenapa Mr.Curtain pake kursi roda, kali ini kalian harus cari tahu jawabannya sendiri dengan MEMBACA BUKUNYA. hehehe....

Bagian lain yang aku senengin lagi, sebenernya ada lagi, nggak jauh dari kutipan yang udah aku ketik diatas. Si Reynard nya so sweet banget.... Kalian bener-bener harus baca buku ini sendiri. Terus apa lagi yaa??? Hmm... Oh!! Ini pas Milligan vs McCracken. Itu selalu jadi bagian yang aku suka (soalnya dibuku kedua juga ada). Itu juga seru banget!!!

Tapi... akhir dari cerita pasti bisa ketebak lah... Segimana pun mereka dapet kesulitan, akhir-akhirnya juga pasti kumpul dirumah Mr.Benedict lagi.So, it's Happy Ending!!!

Happy Ending juga buat posting malem ini....!!
Night....!!!

No comments:

Post a Comment